Ketum SRK Desak Kapolda Kepri Usut Tuntas Kematian Haji Permata

 

Ketua umum Suara Rakyat Keadilan, Ahmad Rosano (tengah). Ist
EXPOSSIDIK.COM, Batam: Tewasnya Pengusaha Kontroversial di Kota Batam, Haji Permata menyisakan luka dalam bagi keluarga dan dari berbagai kalangan khususnya paguyuban kerukunan keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batam.

Keluarga besar KKSS Kota Batam seakan tidak terima atas kematian almarhum yang diduga ditembak mati oleh petugas Patroli Bea Cukai secara tidak manusiawi di perairan Sungai Bela Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau pada Jumat (15/1/2020) dini hari.

Keluarga besar KKSS Kota Batam sangat menyesalkan kejadian tersebut. Tak main-main bahkan akan melaporkan peristiwa itu ke pihak Kepolisian.

Ketua umum Suara Rakyat Keadilan (SRK), Ahmad Rosano mendesak pihak Kepolisian mengusut tuntas kasus kematian Haji Permata.

"Kita minta Kepolisian dalam hal ini Polda Kepri menuntaskan kasus ini mencari pelaku atau oknum yang menembak mati bapak Haji Permata dibunuh secara tidak manusiawi," tegas Rosano, Jumat (15/1/2021) kemarin.

Menurutnya, tindakan oknum Bea Cukai tersebut adalah pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM). Untuk itu pihaknya meminta pihak kepolisian untuk benar-benar menegakkan hukum. Karena ini sudah pelanggaran HAM berat.

"Ini adalah sebuah pelanggaran HAM berat. Tanpa peringatan, Bea Cukai langsung menabrak Boad dan langsung melakukan penembakan untuk mematikan," ucap salah satu pengurus paguyuban KKSS Kota Batam itu.

"Jadi ini adalah pelanggaran HAM berat. Kita berharap kepada Kapolda Kepri untuk segera menuntaskan segera kasus ini secepatnya," tambahnya.

Kenapa demikian lanjut Rosano, ketika ini tidak berjalan, mungkin akan ada riak-riak yang akan mengganggu keamanan di Kepulauan Riau.

"Jadi kejadian ini sudah beberapa kali terulang. Bea cukai sudah beberapa kali melakukan penembakan dan beberapa anak buah Pak Haji sudah meninggal. Kita berharap kasus ini Segera dituntaskan oleh Polda Kepri," harapnya.

"Kalau tidak, ancam Rosano, pihaknya akan coba  berhitung dengan Bea Cukai. Karena ini adalah pelanggaran HAM berat. Kasus ini harus cepat selesai. Kalau tidak, Bea Cukai juga menjadi hitungan buat kita," tutupnya.


Red

Label:


[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.