Saksi Edi Mulyono
EXPOSSIDIK.com, Batam -- Terdakwa Sung Nyiat Fa alias Bu Kiok tersangkut perkara penganiayaan membantah keterangan saksi Edi Mulyono maupun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepolisian yang menyatakan bahwa ia yang menyebabkan luka korban Lie Hon Min. "Saya tidak memukul, tapi hanya mengangkak kursi plastik dan mengenai badan korban," kata Bu Kiok pada agenda meminta keterangan saksi Edi Mulyono di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis, 31 Agustus 2017.
Bu Kiok menuturkan, ia hanya mengangkat kursi plastik dengan tujuan untuk merelai keributan yang ada di klenteng. "Betul pak hakim saya tidak memukul korban," kata Bu Kiok.
Saksi Edi Mulyono dalam keterangannya mengatakan ketika itu, ia masih berada di toilet karena sakit perut. Walaupun begitu, katanya, ia masih mendengar adanya cek cok mulut di depan klenteng. Seusai, buang air besar iapun keluar dari toilet dan berteriak agar tidak ribut lagi. 
Saat keluar toilet, kata saksi, ia melihat kepala korban Lie Hon Min mengeluarkan darah yang diikat dengan baju dan langsung pergi meninggalkan klenteng tanpa permisi. "Korban naik mobil dan meninggalkan klenteng," kata saksi.
Ketika ditanya Majelis Hakim, apakah saksi melihat siapa yang melukai korban sehingga kepalanya sobek dan mengeluarkan darah, saksi mengatakan tidak tahu. "Soal itu saya tidak tahu," ujar saksi.
Menurut saksi, setahunya, ketika korban masuk ke mobil dan meninggalkan klenteng kepalanya sudah mengeluarkan darah. 
Sementara itu Bu Kiok dalam agenda pemeriksaan terdakwa mengatakan permasalahan bermula sekira pukul 21.45 WIB, di mana ia bersama terdakwa Hariyanto alias Aning dan Abui (DPO) sedang duduk-duduk di Klenteng Melchem. Tidak berapa lama datang korban, Lie Hon Min ikut duduk bersama.
Ketika itu, terang Bu Kiok, Aning sedang merokok, asap rokok tersebut mengenai wajah korban. Lie Hon Min ternyata tidak menerima dan marah-marah, lalu menampar pipi kanan terdakwa Aning.
Melihat kejadian tersebut, terdakwa Bu Kiok berusaha menegur korban agar tidak membuat keributan. Karena korban masih marah-marah, terdakwa Aning mengambil sebatang kayu dan memukul badan korban. Karena masih bising, Bu Kiok mengambil kursi plastik dan dilemparkan ke korban.
Pada saat bersamaan, ada Abui disitu dan sewaktu korban membungkuk , Abui memukul kepala korban dengan piring sehingga menyebabkan kepala korban sobek hingga mengeluarkan darah.
Bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan visum et repertum Rumah Sakit Budi Kemulian Batam, luka robek pucak kepala korban disebabkan oleh benturan keras benda tajam. Perbuatan Terdakwa diancam pidana pasal 170 Ayat (2) ke-1 KUHP.
Sidang dipimpin Majelis Hakim Syahrial Harahap didampingi Yona Lamerosa Ketaren dan Muhamad Candra sebagai hakim anggota dengan JPU Zia Ul Fattah Idris dan dilanjutkan minggu depan
ALBERT ADIOS GINTINGS

Apri foto bersama PS Bintan U-23

EXPOSSIDIK.com, Bintan - Bupati Bintan, Apri Sujadi, yang melihat langsung pertandingan sepak bola tiim U-23 Bintan didampingi istri mengatakan pada babak pertama, terlihat pertandingan berlangsung ketat. Beberapa kali, kedua tim terlibat menguasai lapangan permainan. "Setelah berhasil mengalahkan PS Karimun dengan skore bola 2-0," kata Apri di Lapangan Temenggung Abdul Jamal, Batam, Rabu sore, 30 Agustus 2017.                        

Menurut Apri, dengan kemenangan tersebut, dipastikan PS Bintan akan bertemu PS Tanjung Pinang, sore ini, 31 Agustus 2017.

Apri menuturkan, dalam pertandingan pemain PS Bintan terlihat menguasai lapangan permainan. Dari olahan bola dari kaki ke kaki, PS Bintan akhirnya bisa menggiring bola ke gawang lawan hingga membuahkan hasil.

Tepat di menit ke 40 sebelum turun minum, terang Apri, PS Bintan U-23 berhasil menyarangkan gol ke gawang lawan melalui kaki pemain nomor punggung 17 atas nama  Adji Pratama. "Kedudukanpun berubah menjadi 1-0 bertahan hingga akhir babak pertama." 

Memasuki babak kedua, katanya, yaitu dimenit ke 89, PS Bintan kembali menambah pundi gol dan memperbesar keunggulan menjadi 2-0. Adalah penyerang nomor punggung 17, Agga kembali berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan.

"Saya mengapresiasi kerja keras para pemain dan official tim karena berhasil melaju hingga ke babak final," katanya. 

Dalam kesempatan tersebut, Apripun memberikan bonus khusus buat tim yang berlaga sebesar Rp 10.000.000. "Ini bonus, apabila besok Tim dapat meraih juara, kita pastikan bonus ditambah dua kali lipat," ujarnya memberi semangat.

Editor: ALBERT ADIOS GINTINGS                      

JJ Zukriansyah saat menemui anggota Komisi I DPRD Batam, Jurado
EXPOSSIDIK.com, Batam -- Pemilik Pura Jaya Beach Resort, JJ Zukriansyah mengatakan apa yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang telah mengalokasikan lahan bibir pantai seluas 24 hektar berisi karang sepadan dengan resortnya kepada PT Da Viena Resort (DVR) adalah tindakan semena-mena. "Harusnya ngak bisa gitu dong, hargailah orang berinvestasi," kata JJ saat mendatangi kantor Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batam meminta dihearingkan masalahnya, Rabu, 30 Agustus 2017.

Menurut JJ, seharusnya Pemko Batam dalam mengalokasikan lahan pantai kepada PT DVR yang sepadan dengan lahan darat Pura Jaya Resort berdiskusi dahulu dengannya selaku pemilik, sehingga tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. "Inikan tidak. Jadi, jangan mentang-mentanglah," ujarnya

Kata JJ, etikanya, jikalau memang Pemko Batam memang berniat mengalokasikan lahan pantai, terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pemilik lahan darat sepadan dengan lahan pantai yang akan dialokasikan ke pihsk lain. "Itu, etikanya."

Memang, kata JJ, sebelumnya PT DVR berencana akan membeli lahan darat milik Pura Jaya Beach Resort seluas 33 hektar. Makanya, ia mau mengabil lahan pantai tersebut. 

Akan tetapi, ungkap JJ, ketika transaksi jual beli Pura Jaya Resort tersebut tidak terlaksana dan dibatalkan, maka seharusnya alokasi lahan pantai juga dibatalkan. "Bulan Juli saya sudah protes, alokasi lahan pantai dibatalkan, tapi tak digubris Pemko Batam," katanya. 

Karena itu, terang JJ, ia harus pro aktif dan membongkar apa motif dikeluarkannya surat alokasi lahan pantai oleh Pemko Batam, dengan meminta dewan, dalam hal ini Komisi I DPRD Kota Batam hearing dan memanggil pihak-pihak terkait agar permasalahannya terang benderang.

"Saya ingin semuanya dipanggil oleh dewan. Jadi, kita tunggu saja hearingnya nanti," ujar JJ 

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Jurado Siburian yang menerima laporan pemilik Pura Jaya Beach Resort mengatakan akan menjadwalkan secepatnya agenda hearing tersebut.

"Agenda hearing akan dipercepat, kalau tidak ada halangan diusahakan sehabis Hari Raya Idhul Adha," kata Jurado.

ALBERT ADIOS GINTINGS 

Freeport, istimewa

EXPOSSIDIK.com, Jakarta -- Secara umum, Pemerintah maupun Freeport McMoran dalam konferensi pers Menteri ESDM pada 29 Agustus 2017 menyatakan telah mencapai kesepakatan dalam hal perubahan bentuk landasan hukum pengusahaan pertambangan dari Kontrak Karya ke Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), Divestasi saham PT Freeport Indonesia sebesar 51 persen untuk kepemilikan Nasional Indonesia, Kewajiban pembangunan smelterpaling lambat 2022, dan stabilitas penerimaan negara, serta persetujuan perpanjangan masa operasi hinggal maksimal 2x10 tahun hingga 2041 dengan syarat PTFI menyepakati klausul 1 sampai dengan 4 pada poin sebelumnya. 

Menanggapi perkembangan tersebut, Koordinator Publish What You Pay (PWYP) Indonesia, Maryati Abdullah menyatakan poin kesepakatan tersebut masih perlu dirinci lebih lanjut, untuk memberikan kepastian yang lebih baik bagi pengelolaan dan kedaulatan pertambangan nasional. 

Mengingat bahwa kewajiban divestasi dan pembangunan smelter bukanlah hal baru, kedua hal tersebut telah tercantum di dalam Kontrak Karya dan persetujuan sebelum izin konsentrat diberikan Pemerintah. Kedua kewajiban tersebut, katanya, sejatinya sudah terpenuhi per 2017 tahun ini. 

Yang sangat disayangkan, mengapa Pemerintah terkesan mengejar divestasi 51 persen ditengah kontrak yang menjelang habis per tahun 2021. Bukankah per-2021 cadangan mineral Freeport di Papua menjadi milik Indonesia semua? Sedangkan upaya divestasi di awal tahun 2016 saja sulit mencapai kesepakatan antara kedua belah pihak karena perbedaan penafsiran nilai divestasi 10,64 persen antara Freeport VS Pemerintah (Rp 23,6 Triliun VS Rp 8,19 Triliun). 

Logikanya, bukankah ini hampir mirip dengan meminta Indonesia membiayai pembangunan smelter melalui divestasi hingga 51 persen.

Lebih lanjut Maryati menambahkan, banyak arena critical yang masih kosong dan rawan terjadinya perselisihan ataupun deadlock yang patut diwaspadai oleh Pemerintah dan memerlukan pengawasan publik, termasuk pengawasan oleh DPR.  

Titik kritis tersebut, terangnya,  antara lain: (1) Mekanisme penentuan nilai dan pelepasan saham, serta kerangka waktunya. Potensi deadlock akan terjadi pada metode pendekatan perhitungan dan pencakupan cadangan bawah tanah dalam valuasi; (2) Mekanisme penerbitan IUPK, tanpa penetapan kawasan pertambangan Freeport sebagai Wilayah Pencadangan Negara (WPN) sebagai prasyarat IUPK-Pemerintah rawan melanggar ketentuan Undang-Undang; (3) Rezim fiskal dalam skema IUPK, diperlukan kejelasan lebih detail mengenai ketentuan fiskal yang dianggap sebagai upaya stabilisasi dan menjamin penerimaan negara yang lebih besar dari skema KK saat ini. 

Faktor volatilitas harga dan kecenderungan tren dan arah regulasi fiskal perlu menjadi variabel yang diperhitungkan dalam skema ini.

Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif IESR menekankan, atas situasi tersebut Pemerintah perlu segera memperjelas kesepakatan dengan Freeport, dan menentukan mekanisme compliance dan penalty jika Freeport gagal melakukan apa yang telah menjadi kesepakatan.

Misalnya gagal membangun smelter tahun 2022 atau telat melakukan divestasi 51 persen, dan sebagainya. Mengingat dua kesepakatan mengenai divestasi dan pembangunan smelter hingga sekarang belum terealisasi dengan baik. Terlebih jika pokok-pokok kesepakatan yang dikemukakan kemarin belum tertuang dalam hitam di atas putih yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Manajer advokasi Publish What You Pay Indonesia, Aryanto Nugroho mengingatkan agar Pemerintah jangan terlalu sering memberikan toleransi tanpa batas kepada Freeport di tengah progres komitmen yang tersendat, misalnya pemberian izin ekspor konsentrat tanpa mensyaratkan perkembangan pembangunan smelter atau pelonggaran tarif bea keluar seperti yang diindikasikan beberapa waktu lalu. Apalagi, jika ditengarai Pemerintah justru mengambil tindakan yang justru bertentangan dengan Undang-Undang Republik Indonesia. 

Di sisi lain, Publish What You Pay menyesalkan proses perundingan antara Pemerintah Indonesia dan PT Freeport yang mengesampingkan pertimbangan lingkungan dan kepentingan masyarakat lokal dan terdampak dalam pembahasan. Sampai hari ini belum jelas langkah Pemerintah dalam menindaklanjuti indikasi enam pelanggaran lingkungan yang dilakukan PT. Freeport Indonesia, berdasarkan laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Penerapan Kontrak Karya PT Freeport tahun 2013-2015. 

Diantaranya mengenai penggunaan kawasan hutan lindung, kelebihan pencairan jaminan reklamasi, penambangan bawah tanah tanpa izin lingkungan, kerusakan karena pembuangan limbah di sungai, muara dan laut, hutang kewajiban dana pascatambang dan penurunan permukaan akibat tambang bawah tanah. BPK menghitung potensi kerugian negara oleh Freeport senilai Rp185,563 triliun. Yang jika diperbandingkan, nilai lebih besar dari angka tawaran divestasi 10,64% saham Freeport di awal tahun 2016.
  
Sumber: Rilis Koordinator Nasional PWYP Indonesia

Korban Yenni saat memberikan kesaksian
EXPOSSIDIK.com, Batam -- Yenni Jelpia Bidan asal Sagulung mengatakan rekeningnya habis dikuras terdakwa Fredy Saputra yang mengiming-iming akan memberikan uang Rp 4 juta dari hasil penjualan emas yang ditemukan diruang ATM. Hal itu diungkapkan Yenni di Pengadilan Negeri Batam, Rabu, 30 Agustus 2017.

Yenni menuturkan pada mulanya, ia sedang tranfer uang di mesin ATM. Seusai tranfer, lalu ia keluar dari anjungan dan ada juga seseorang yang keluar dari mobil lalu masuk ke anjungan ATM tersebut.
Tidak begitu lama, terang Yenni, orang tersebut keluar dari anjungan  ATM tersebut datang menemuinya dan menawarkan sesuatu. "Saya menemukan dompet yang berisi emas di dalam anjungan mesin ATM. Kalau diuangkan sekitar Rp 15  jutaan," ucap Yenni menuturkan keterangan terdakwa Fredy.
Selanjutnya, kata Yenni, ia diajak masuk ke mobil terdakwa untuk mengambil uang bagian dari emas tersebut di tempat berbeda. "Sedangkan motor saya ditinggalkan di depan anjungan ATM," kata Yenni. 
Sesampai di anjungan ATM yang dituju yaitu ATM BRI, terdakwa mencoba untuk tranfer dana yang dijanjikan melalui ATMnya, namun entah mengapa setelah dicoba atau pura-pura ternyata tidak bisa mentranfer dana tersebut. "Alasannya, mesin ATM masih loading atau mungkin jaringan sedang error."
Setelah dicoba kembali, hasilnya tetap sama bahwa ATM terdakwa tidak bisa digunakan. Terdakwa lalu meminta dirinya untuk tes jaringan dengan mencoba menggunakan ATM pribadi. "Dites 2 kali di mana posisi terdakwa di belakang."
Dalam perjalanan, ungkap Yenni, ia diantar kembali oleh terdakwa ke lokasi pertama dengan dititipkan barang emas beserta ATM. Karena ditunggu tak juga datang, Yenni berinisiatif ke mencek barang tersebut beserta rekeningnya. Ternyata, setelah dicek, rekening miliknya ludes digondol terdakwa, emaspun hanya sepuhan. 
Sidang dipimpin Majelis Hakim Mangapul Manalu, didampingi Marta Magdalena dan Topik sebagai hakim anggota. Akibat perbuatannya, terdakwa diancam pidana dalam pasal 378 Jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP atau pasal 363 Ayat 1 ke-4  KUHP. Sidangpun ditunda hingga minggu depan dengan agenda masih saksi.
ALBERT 

Kepala BP Batam, Hatanto Reksodiputro

EXPOSSIDIK.com, Batam -- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur mengatakan pelayanan publik adalah salah satu yang menjadi indikator penilaian peningkatan Ease of Doing Business (EDB). "Kata pelayanan publik merupakan kunci untuk meningkatkan EDB Indonesia," kata Asman saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kepala BP Batam dengan Gubernur Provinsi Kepri dan Walikota Batam di gedung Lancang Kuning, Mapolda Kepri, Batam, Rabu, 30 Agustus 2017.
Asman mengatakan, tingkat kepercayaan investasi terhadap Indonesia tahun ini naik dan terus mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. 
Tingkat EDB Indonesia, kata Asman, tercatat menghasilkan kenaikan peringkat dari yang sebelumnya berada di posisi 106 menjadi peringkat 91 tahun ini. "Kita optimis peringkat Indonesia bisa melesat naik ke peringkat 40 pada tahun depan," ujarnya.
Asman menyampaikan, sesuai dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo, dikatakan tidak boleh ada lagi investor yang sulit melakukan investasi atau perusahaan yang sulit melakukan ekspor. "Itu arahan presiden," terangnya.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Hatanto Reksodipoetro mengapresiasi dan mendukung penuh terhadap langkah pembentukan Mall Pelayanan Publik. "Ini sejalan dengan arahan Presiden," katanya.
Menurut Hatanto, BP Batam bahkan bergerak lebih awal dengan meluncurkan program Izin Investasi 3 jam (i23j), lalu Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KILK) pada September tahun 2016 lalu.  "Dengan kriteria investasi Rp 50 milyar, serapan tenaga kerja diatas 300 orang, dan mendapat 8 produk perizinan sekaligus dalam waktu maksimal 3 jam."
Sejak diluncurkan hingga Agustus 2017, nilai realisasi investasi PMA mencapai 631,733 USD lebih tinggi dari target yang ditentukan yakni 558,001 USD. Selain itu, ada sekitar 20 perusahaan yang sedang berencana dan mengemukakan minatnya untuk menggunakan fasilitas i23j. 
Pembentukkan Mall Pelayanan Publik di Kota Batam adalah Pilot Project pertama di Indonesia dalam rangka meningkatkan peringkat EDB. Setelah Batam, kota besar selanjutnya adalah Jakarta dan Surabaya.  
Penandatanganan Nota Kesepahaman Pembentukan Mall Pelayanan di Kota Batam disaksikan langsung oleh Menteri PAN RB Asman Abnur bertepatan dengan peresmian aplikasi pelayanan publik Polda Kepri dan peresmian ruang Assessment Center Polda Kepri bersama Kapolda Kepri, Irjen Pol Sam Budigusdian.
ALBERT ADIOS GINTINGS I NOV


EXPOSSIDIK.com, Bintan -- Bupati Bintan, Apri Sujadi, mengatakan kepada pemain PS Bintan agar bermain sportif dalam pertandingan U-23. "Penuh semangat, pantang menyerah, dan mengedepankan kerjasama serta kekompakan Tim dalam meraih kemenangan," kata Apri di Bintan, Rabu, 30 Agustus 2017.
Apri dalam kesempatan tersebut memberikan pengarahan supaya  semangat pemain tergugah untuk bisa mengamankan point penuh dipertandingan di Batam.
"Tentunya saya berharap PS Bintan bisa menang, kami optimis kita bisa melakukan segalanya untuk tim kebanggaan kita," kata Apri didampingi Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bintan M. Yatir.
Menurut Apri, kekompakan dan kerjasama Tim harus harus terus  dikedepankan untuk mencapai maksud dan tujuan.
Sebagaimana diketahui, pada hari ini (30/8/17) PS Bintan U-23 akan melakoni laga melawan PS Karimun guna penentuan Juara Group Pool A. Setelah sebelumnya berhasil memenangkan pertandingan melawan PS Dabo dengan skor 4-0. 
Nantinya, Juara Group Pool A akan berhadapan dengan PSTS Tanjungpinang yang sudah terlebih dahulu menjuarai Pool B.
Dalam kesempatan itu, Apri Sujadi didampingi Istri Deby Apri Sujadi ingin menyaksikan langsung tim kebanggaan, PS Bintan U-23. Sebelum pertandingan dimulai, bersama offisial, Bupati Bintan memberikan pengarahan untuk membakar semangat para pemain.
ARIFIN I HMS

Terdakwa Roslan dan Hendry tersangkut kasus TPPO

EXPOSSIDIK.com, Batam -- Dua orang terdakwa pemilik dan kasir Starlight Massage yang menawarkan wanita penghibur di Batam dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosmalina Sembiring untuk mendengarkan keterangan 3 orang saksi di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa, 29 Agustus 2017.
Ketiga orang saksi tersebut adalah inisial ER, TA, dan IN yang berasal dari Indramayu, Jawa Barat.
ER dalam kesaksiannya mengatakan bahwa, ia satu bulan bekerja di Starlight Massage. Selama satu bulan tersebut, katanya, ia sudah mendapatkan costumer 6 kali. "Dua kali short time dan 4 kali boking," ujarnya di persidangan.
ER menuturkan untuk tarif bokingan senilai Rp 1 juta, sedangkan short time Rp 400 ribu. Dari nilai tersebut, separo dari tarif boking dan short time diambil pihak pengelola.
Untuk tarif bokingan, kata ER, sebelum dipotong dua, terlebih dahulu dialokasikan Rp 200 ribu untuk tip yang mengantar tamu. "Biasanya, tip itu dikasih ke orang Taxi yang membawa tamu," kata ER.
Hal yang sama juga diungkapkan 2 orang saksi lainnya, yaitu TA dan IN. Mereka mengatakan bahwa tarif yang mereka dipotong pengelola dengan pembagian fifty-fifty.
Sementara itu, saksi ER saat ditanya JPU apakah saksi mengenal kedua terdakwa, ia mengatakan mengenalnya. "Koko Hendri kasir, dan Roslan pemilik izin."
ER juga menambahkan selama sebulan ia bekerja di Starlight Massage belum ada costumer yang memintanya untuk urut.
Dalam sidang ini, para saksi korban juga menyampaikan bahwa mereka tinggal di lantai 2 Ruko Massage tersebut, bersama dengan 7 orang wanita lainnya. 
Sidang dipimpin Majelis Hakim Syahrial A Harahap didampingi Yona Lamerosa Ketaren dan Muhammad Chandra sebagai hakim anggota.
Kedua terdakwa di ancam pasal alternative yaitu pasal 2 Ayat (1) UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang jo Pasal 11 UU RI Nomor 21 tahun 2007,  subsidair 2 Ayat (2) UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang jo Pasal 11 UU RI Nomor 21 tahun 2007 dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun penjara. Lalu, primer pasal 296 KUHP jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana, subsidair pasal 506 KUHP jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman maksimal 1 tahun 4 bulan penjara.
ALBERT

Siswa SMAN 6 Batam Nyatakan Stop Narkoba

EXPOSSIDIK.com, Batam -- Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri, Nurlis, mengatakan para siswa diminta waspada terhadap bahaya dari penyalahgunaan narkoba. Hal ini diungkapkan Nurlis saat menghadiri giat P2M di sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Batam, Selasa, 29 Agustus 2017.

Nurlis mengungkapkan atas permasalahan tersebut, maka BNN Provinsi Kepri memberi informasi seputar bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak generasi muda. 

Kabid P2M ini juga menyampaikan pesan agar para siswa selalu waspada akan bahaya penyalahgunaan narkoba di sekitar lingkungan masing-masing. 

Nurlis berharap dengan adanya pengenalan akan bahaya penyalahgunaan narkoba bagi siswa, bisa menumbuhkan daya tangkal dan daya lawan terhadap penyalahgunaannya. "Agar dapat mewujudkan Indonesia bebas narkoba," kata Nurlis.

Giat ini terlaksana antara Puskesmas Galang bekerjasama dengan BNNP Kepri yang dilanjutkan dengan pemeriksaan urine terhadap 50 orang siswa SMAN 6 Batam, Pulau Air Raja. 

Seusai pemeriksaan urin terhadap para siswa diketahui hasilnya, bahwa tidak seorangpun siswa yang terindikasi menggunakan narkoba. "Seluruh siswa SMAN 6 Batam negatif narkoba," kata Nurlis.

ARIFIN I HMS

Bupati Bintan terima MoU 

EXPOSSIDIK.com, Bintan -- Kepala Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN) Mayor Jenderal (Mayjen) TNI (Purn) Puguh Santoso mengatakan untuk meningkatkan mutu pendidikan, LPTTN menargetkan untuk mewujudkan 200 Sister School Taruna Nusantara di seluruh Indonesia. 

Hal ini diungkapkan Puguh saat penandatanganan nota kesepakatan kerjasama program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan bersama Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara di Jakarta, Selasa, 29 Agustus 2017. 

Puguh menuturkan program kerjasama (MoU) dengan Pemkab Bintan bertujuan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) anak daerah.  "Inilah, komitmen kita," katanya.

Hal senada diungkapkan Bupati Bintan, Apri Sujadi. Ia mengapresiasi keingginan LPTTN untuk meningkatkan SDM daerah.

Apri menyampaikan, tindak lanjut MoU tersebut nantinya Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara akan memberikan sosialisasi kepada seluruh siswa SLTP se Kabupaten Bintan. 

Menurut Apri, dengan adanya kerjasama bidang pendidikan akan memberikan dampak luas. "Jadi, kerjasama seperti ini harus diteruskan agar dapat mempercepat pembangunan."

Potensi Kabupaten Bintan sendiri dilirik Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara sebagai daerah perbatasan yang mempunyai posisi strategis dalam pengembangan Siswa Taruna Nusantara.

Sebagaimana diketahui bahwa Sister School Taruna Nusantara juga telah dikembangkan dibeberapa daerah, yaitu di Magelang, Bali dan Sipirok Tapanuli Selatan. 

Editor : Albert

Kepala BKLI Bea dan Cukai Batam, Raden Evy Suhartanyo
EXPOSSIDIK.com, Batam -- Kepala Bidang Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Pelayanan Utama Tipe B Bea dan Cukai (BC) Batam, Raden Evy Suhartanyo, mengatakan terkait tertangkapnya Motor Gede (Moge) oleh kepolisian Siak, bukanlah kewenangan Bea dan Cukai Batam, mengingat Bea Cukai tidak memiliki alat uji terhadap kebenaran Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

"Itu, kewenangan Korp Lalu Lintas (Korlantas) Polri," kata Evy seusai acara pisah sambut Kepala Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Batam di Batu Ampar, Selasa, 29 Agustus 2017.

Evy berkilah bahwa hingga saat ini kewenangan Bea dan Cukai pada get out di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, hanya sebatas pengujian jumlah, jenis, dan barang yang akan dibawa keluar Batam dengan surat yang dibawa. "Yaitu, STNK."

Jadi, kata Evy, kalau ada Moge yang tertangkap oleh kepolisian Siak, maka ceritanya lain lagi. "Mereka itu ada alat uji otentik terhadap STNK, sedang Bea Cukai nggak ada," katanya.

Intinya, ungkap Evy, Bea dan Cukai mengapresiasi kinerja Kepolisian Siak yang berhasil mengungkap kasus tersebut. "Dengan begitu masyarakat jadi tahu."

Sementara itu, saat ditanya expossidik.com apakah selama ini ada komunikasi dengan Polda Kepei sebagai bentuk pencegahan agar aksi penyeludupan Moge tidak terulang kembali, Evy hanya meyampaikan bahwa saat gelar perkara nanti, pihak kepolisian akan bertanya pada Bea Cukai.

"Jadi biarkan dahulu perkara ini berjalan, agar nanti dalam gelar perkara diketahui asal usulnya," tambah Evy.

ALBERT ADIOS GINTINGS

Dir Krimsus Polda Jambi, Kombes Pol Winarto
EXPOSSIDIK.com, Jambi -- Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Jambi Komisaris Besar (Kombes) Polisi Winarto selaku Ketua Bidang Penindakkan dan Penegakkan Hukum Satgas Pangan Propinsi Jambi mengatakan Menjelang hari  Idul Adha Polda Jambi beserta Pemerintah daerah melakukan inspeksi mendadak (Sidak) kesejumlah pasar. Hal ini diungkapkan Winarto pada wartawan di Mapolda Jambi, Selasa, 29 Agustus 2017.

Sidak dilakukan sejak pukul 09.00 WIB diseluruh pasar yang ada di Kota Jambi. Tujuannya untuk memantau harga barang sembilan bahan pokok agar tidak terjadinya pelonjokkan harga yang memberatkan masyarakat.

Menurut Winarto, menjelang Idul Adha stok untuk harga sembako di Propinsi Jambi tidak ada kenaikkan. "Harga daging, cabai merah serta kebutuhan pokok lainnya stabil," ujarnya.

Winarto menuturkan, dengan adanya pemantauan yang dilakukan secara bersama antara penerintah daerah beserta kepolisian dalam mengawasi dan pemantauan diharapkan ada kesetabilan harga sembako.

"Mudah-mudahan sampai enam bulan kedepan kebutuhan sembilan bawahan pokok tercukupi dan tidak adanya kenaikan harga yang melambung," harapnya

NOVALINO

EXPOSSIDIK.com, Natuna -- Komunitas Muda Natuna (Komuna) bersama Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI) menggelar Sarasehan dialog kebangsaan dengan tema semangat proklamasi. "Kita tingkatkan rasa Nasionalisme generasi bangsa di perbatasan Kabupaten Natuna," kata Kepala Badan Kesbangpol Daerah Kabupaten Natuna, Muhtar Achmad, di Rumah Makan Sisi Basisir, Ranai, Selasa, 29 Agustus 2017.

Ketua Panitia Penyelenggara Riky Rinopski mengatakan sebagai panitia meminta maaf bila mana didalam giat ini terdapat kekurangan. Ia menyampaikan terima kasih kepada para peserta Siswa Siswi SMA/ SMK beserta Guru Pendamping yang mengikuti kegiatan hingga selesai.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Daerah Kabupaten Natuna, Muhtar Achmad, yang juga ikut membuka giat tersebut mengatakan wawasan kebangsaan adalah cara pandang sebuah bangsa terhadap aksistensi dirinya dan seluruh dinamika yang berkembang.

Hal ini, terangnya, berdasarkan UUD 1945, Pancasila, Bhinneka tunggal ika, dan NKRI. "Marilah kita merubah diri dimulai dari diri sendiri dan terus berjanjang sampai ketingkat yang lebih tinggi berdasarkan agama dan kepercayaan masing masing," ujarnya.

Mengawali dialog, Kolonel Laut (P) Tony Hardijanto menyampaikan dialog kebangsaan merupakan sebuah hal yang penting dilakukan oleh negara multi etnis, budaya dan agama seperti Indonesia.

Menurut Tony, Kabupaten Natuna merupakan kabupaten terpencil, terluar, terdepan NKRI, mudah mudahan giat ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Kebangsaan dan Politik Daerah Natuna Mukhtar Ahmad, Kolonel Laut (P) Tony Herdijanto, Distrik Militer 0318/Natuna yang diwakili Kasdim, Mayor (Inf) Oki Fikriansyah, Kepala Badan Perbatasan Natuna Suherman, Anggota DPRD Natuna Hendri FN dan Wan Sofian.

Kegiatan tersebut diikuti 100 peserta yang melibatkan pelajar tingkat SLTA du Kecamatan Bunguran Timur denfan Narasumber dalam Dialog Kolonel Laut (P) Tony Herdijanto, Distrik Militer 0318/Natuna yang diwakili  Kasdim, Mayor (Inf) Oki Fikriansyah,  Kepala Bankesbangpolda Natuna,  Mukhtar Ahmad,  Kepala Badan Perbatasan Natuna Suherman.

SARWANTO

Kabid BKLI Bea dan Cukai Batam
EXPOSSIDIK.com, Batam -- Kepala Bidang Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Pelayanan Utama Tipe B Bea dan Cukai (BC) Batam, Raden Evy Suhartanyo, mengatakan Batam Centre rawan Penyeludupan narkoba, di mana sekitar 90 persen narkoba yang berhasil ditangkap Costums Narcotic Team BC Batam berasal dari pengungkapan di pelabuhan resmi Batam Centre. 

"Sedangkan sisanya lewat Pelabuhan Harbourbay. Yaitu sebanyak dua kali," kata Evy seusai acara pisah sambut Kepala Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Batam di Batu Ampar, Selasa, 29 Agustus 2017.

Evy mengatakan keberhasilan pengungkapan masuknya narkoba melalui para penumpang ferry dari Malaysia karena adanya kecurigaan atas gerak-gerik penumpang saat tiba di Pelabuhan Batam Centre. "Seperti, tertangkapnya pelaku Syahrul maupun Donny Matano," kata Evy.

Evy menuturkan narkoba yang berhasil ditangkap Costums Narkotic Team BC Batam tersebut berasal dari Malaysia yang dibawa penumpang ferry melalui pelabuhan resmi dengan cara mengelabui petugas. "Dimasukkan kedalam dubur."

Menurut Evy, pelabuhan Situlang Laut dan Pasir Gudang, Malaysia saat ini adalah salah satu jalur yang dijadikan penumpang ferry untuk menyelundupkan narkoba dengan tujuan Batam Centre, Pulau Batam.

Padahal, kata Evy, Costums Malaysia sendiri sudah banyak menangkap pelaku pengedar narkoba di negaranya. Tapi, tetap sak masih ada yang lolos masuk ke Batam dengan memanfaatkan kelengahan petugas

Karenanya, terang Evy, untuk menekan penyeludupan narkoba yang masuk ke Batam dari pelabuhan Malaysia, maka Bea dan Cukai Batam akan melakukan kerjasama dalam bentuk pertukaran informasi maupun patroli bersama melalui bilateral meeting. "Karena ada indikasi barang masuk banyak dari Malaysia," ungkapnya

ALBERT ADIOS GINTINGS

Bupati Bintan, Apri Sujadi

EXPOSSIDIK.com, Bintan -- Kepala Bagian (Kabag) Kominfo Setda Bintan, Hasfi Handra, mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan akan menggelar salat Idul Adha 1438 Hijriah di Lapangan Bola Desa Busung, Seri Kuala Lobam pada Jumat, 1 September 2017. Hal ini diungkapkan Hasfi di kantor Bupati Bintan, Senin, 28 Agustus 2017. 

Menurut Hasfi, rencananya, salat Idul Adha 1438 Hijriah akan digelar dilapangan Bola Desa Busung, Sri Kuala Lobam. Sedangkan, untuk malam takbiran akan digelar pada Kamis malam, 31 Agustus 2017 yang dipusatkan di Simpang Makam Pahlawan Dwikora Tanjung Uban, Bintan Utara. 

Sementara itu, Bupati Bintan, Apri Sujadi, mengatakan bahwa spirit Idul Adha atau hari raya kurban hendaknya memberikan pesan penting agar   selalu bersyukur kepada Allah SWT. 

Apri juga berpesan dan mengajak masyarakat kabupaten mendoakan seluruh jamaah haji, khususnya jamaah asal Kabupaten Bintan agar diberikan kekuatan dan kesehatan dalam menjalankan ibadah Haji.

ARIFIN I HMS

Menristek Dikti, Muhamad Nasir
EXPOSSIDIK.com, Batam -- Menteri Risert, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir mengatakan saat ini sertifikasi kompetensi bagi mahasiwa Politeknik sangat dibutuhkan. "Jadi, bukan hanya izasah," kata Nasir saat Kunjungan Kerja (Kunker) ke Politeknik Negeri Batam, Senin, 28 Agustus 2017.

Nasir mengatakan program studi yang ada seharusnya disesuaikan dengan perkembangan zaman. Salah satu contoh, katanya, di Poltekneg Batam dengan prodi mekatronika dan ekonomi digital. "Ini kebanggaan karena Poltekneg Batam satu-satunya politeknik yang mempunyai bidang studi aircraft maintenance," katanya.

Artinya, terang Nasir, lulusan Politekneg Batam akan mendapatkan sertifikasi kompetensi yang akan langsung diserap perusahaan industri.

Untuk itu, Nasir meminta dosen yang sudah ada juga harus direvitalisasi dengan sertifikat kompetensi di bidang masing-masing. "Agar Poltekneg Batam tidak hanya nomor satu, tapi menjadi yang terbaik," ujarnya.

Kepala BP Batam, Hatanto, yang yang hadir dalam kesempatan itu menyambut baik keinginan Menristek Dikti agar ada kerjasama kemitraan antara Poltekneg Batam dengan pihak industri, sehingga terjadi serapan tenaga kerja.

Hatanto mengatakan untuk meningkatkan kualitas lulusan politekneg, BP Batam telah menyediakan lokasi di Sekupang untuk pelatihan khusus industri bagi mahasiswa.

Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Batam Priyono Eko Sanyoto mengatakan Poltekneg Batam melalui prodi yang ada sedang mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang ekonomi digital, teknik perawatan pesawat udara, industri IT 4.0, dan teaching industry.

Dalam Kunker ini, Menristek Dikti, juga resmikan penggunaan gedung tower A untuk menunjang kegiatan perkuliahan.

Editor       : Albert AGS
Sumber    : Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristek Dikti

Bupati Bintan, Apri Sujadi

EXPOSSIDIK.com, Bintan -- Bupati Bintan, Apri Sujadi, mengatakan pembangunan pasar rakyat seluas 500 M2 di Perumahan Lobam Mas Asri, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam merupakan pasar rakyat pertama yang dibangun di Kecamatan Sri Kuala Lobam. "Di mana, terdapat 36 meja dagang, dan 4 kios dengan fasilitas lengkap," kata Apri di Bintan, Minggu 27 Agustus 2017. 

Apri menuturkan masyarakat Teluk Sasah tentunya akan senang dengan adanya pembangunan pasar rakyat tersebut yang ditargetkan selesai di akhir tahun 2017. 

Menurut Apri, Nnantinya bukan hanya soal kebutuhan primer yang tersedia di pasar rakyat, namun lebih dari itu bahwa pasat merupakan interaksi sosial-ekonomi.

Dengan anggaran pembangunan pasar rakyat yang mencapai Rp 2 milyar, Apri berharap pasar akan menjadi cerminan karakter dan tempat berinteraksi bagi masyarakat Teluk Sasah.

"Harapan saya, setelah pembangunan pasar terwujud, masyarakat dapat ikut bersama untuk menggunakan, menjaga, merawat, serta mengelola pasar dengan baik. "Pembangunan pasar memang penting, namun keberlangsungan jauh lebih penting," ujarnya.

Apri menambahkan, konsep pengelolaan dan pengembangan pasar amat dibutuhkan agar ada geliat ekonomi. Ia juga menganggap, pembangunan pasar rakyat sudah tepat sasaran.

ARIFIN I HMS


EXPOSSIDIK.com, Batam -- Customs Narcotic Team Bea dan Cukai Batam kembali berhasil mengamankan seorang penumpang kapal ferry MV Marina Syahputra 1, Syahrul bin Sakeh (36) Warga Negara Indonesia (WNI) pembawa sabu seberat 182 gram yang disimpan di dalam dubur.

Pelaku membawa barang haram tersebut dari Pasir Gudang Malaysia dengan tujuan Batam, melalui pelabuhan ferry Batam Center, Sabtu, 26 Agustus 2017.

Syahrul, adalah WNI pemegang paspor A7797488 dengan masa berlaku hingga 04 Juni 2019 menyimpan sabu sebanyak 4 bungkus di dubur yang dikemas dengan bungkus plastik.

Syahrul diamankan petugas Customs Narcotic Team Bea dan Cukai Batam karena dicurigai dari gerak-geriknya. Setelah diamankan dan dilakukan pemeriksaan badan atau body typing terlihat ada benda mencurigakan di dalam tubuh pelaku.

Setelah diminta menungging oleh petugas, terlihat sesuatu benda asing didalam duber Syahrul. Selanjutnya, pelaku dibawa petugas ke RS Awal Bross Batam dan dilakukan rontgen barang haram tersebut dikeluarkan dari dubur. 

Seusai barang haram tersebut dikeluarkan, pelakupun dilakukan pemeriksaan tes urine. Hasilnya, Syahrul positif menggunakan sabu.  Ini merupakan keberhasilan penindakan Customs Narcotic Team ke 19 selama tahun 2017.

Selanjutnya, pelaku bersama barang bukti sabu seberat 182 gram diserahterimakan ke Kepolisian Resort Kota (Polresta) Barelang untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Editor : Albert AGS
Sumber : Humas

Bupati Bintan, Apri Sujadi

EXPOSSIDIK.com, Bintan -- Bupati Bintan, Apri Sujadi, mengatakan untuk mengatasi ketergantungan biaya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dalam membangun daerah maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) harus berinovasi dengan menggali potensi pendapatan lain. "Di mana, dalam rentang waktu 2 tahun, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bintan naik Rp 50 milyar," kata Apri di Bintan, Sabtu, 26 Agustus 2017.

Apri menuturkan, dalam rangka menggali potensi pendapatan daerah yang belum maksimal diperlukan inovasi baru. "Inilah yang harus dilakukan," ujar Apri.

Menurut Apri, merevitalisasi sistem keuangan di daerah menjadi sangat penting. Karena, hampir seluruh daerah di Indonesia, harus lebih kreatif dan berinovasi dalam upaya mencari sumber pembiayaan untuk pembangunan dan kemajuan daerah masing-masing. 

Revitalisasi keuangan daerah, terangnya, merupakan kunci, agar daerah menjadi lebih mandiri dan tidak tergantung dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). 

Apri menambahkan, bahwa Kepala daerah dituntut harus berpikir kreatif dan berinovasi guna memaksimalkan potensi daerah yang dimiliki. "Mulai dari potensi ekonomi, budaya, wisata, kuliner, maupun maritim," katanya.

Tahun 2016 target PAD Bintan sebesar Rp 170 milyar, sedangkan di tahun 2017 target PAD sebesar Rp 190 milyar, dan tahun 2018 naik menjadi Rp 220 milyar. 

Diketahui bersama bahwa pada rapat paripurna bersama DPRD Kabupaten Bintan beberapa waktu lalu, pansus dewan menyarankan agar beberapa pendapatan retribusi daerah dimaksimalkan untuk pembangunan dan kemajuan daerah.

ALBERT AGS I HMS

Apri pantau hewan kurban
EXPOSSIDIK.com, Bintan -- Bupati Bintan Apri Sujadi, mengatakan stok hewan kurban di wilayah Kabupaten Bintan cukup. Hal itu disampaikannya setelah mendapat laporan dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bintan Supriyono di Bintan, Jumat, 25 Agustus 2017.

Menurut Apri, stok sapi untuk kurban yang beredar di Kabupaten Bintan lebih kurang 400 ekor. "Data kebutuhan sapi tahun 2016 lalu sekitar 204 ekor, maka suplai dan kebutuhan daging sapi saat ini, masih dalam kondisi aman," katanya.

Biasanya, kata Apri, kebutuhan hewan kurban akan meningkat menjelang hari raya Idul Adha. Tapi, terangnya, yang terpenting adalah bagaimana agar suplai tetap tercukupi. 

Apri menuturkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat sedang mengumpulkan data kurban. "Alhamdulillah hingga saat ini data terkumpul lebih kurang 11 ekor dan tidak tertutup kemungkinan akan terus bertambah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bintan Supriyono mengatakan bahwa saat ini, Tim yang bertugas mulai turun ke lapangan menyebar guna pengecekan dan pemeriksaan terhadap hewan kurban . 

ARIFIN I HMS

EXPOSSIDIK.com, Natuna -- Verifikasi lapangan oleh Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi RI, Pada lomba Pos Pelayanan Teknik Tepat Guna (Posyantek) berprestasi tingkat Nasional tahun 2017 yang dilaksanakan di gedung Kantor Camat Bunguran Barat, Jumat, 25 Agustus 2017.

Acara dihadiri Sisditjend Kemendesa Marcos Siregar, Kasi Kemendesa Suramin Diro, Kasi Sumber Daya Alam dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Provinsi Kepulauan Riau, Helmayeni, Kabid Pengembangan dan Pemberdayaan Masyrakat Natuna Erlizar, Wakil Komandan Posal Sedanau TNI Al Sudarto, Batuud Koramil 03 Sedanau Susilo, Kapolsek Bunguran Barat Dunot.P Gurning, Camat Bunguran Barat Ferizaldy, Kasi Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat Suryati Widyastuti, Posyantek Maju Bersama Natuna dan masyrakat sedanau.

Camat Bunguran Barat, Ferizaldy mengatakan dalam rangka penilaian posyantek berprestasi tingkat Nasional, Pos Pelayanan Teknik Tepat Guna (Posyantek) Bunguran Barat dapat berprestasi dan membanggakan Kabupaten Natuna.

Ferizaldy berharap Pos Pelayanan Teknik Tepat Guna (Posyantek) dapat berfungsi dan berperan untuk masyrakat Bunguran Barat.

Kabid Pengembangan dan Pemberdayaan Masyrakat, Irlizar mengatakan Teknologi Tepat Guna (TTG) merupakan kegitan rutin yang dilaksanakan pemerintah untuk percepatan pembangunan dan perekonomian masyrakat.

Menurut Irlizar, Teknologi Tepat Guna (TTG) bagan apung teri dari          Pos Pelayanan Teknik Tepat Guna (Posyantek) maju bersama kabupaten Natuna dapat menunjukakan keunggulan dan inovasi di tingkat Nasional, hingga mendapatkan juara.

Hal senada juga dikatakan Sisditjend Kemendesa Marcos Siregar pemerintah dan pemerintah daerah dalam membentuk dan mengembangkan fungsi lembaga pengelola teknologi tepat guna yang ada di desa dan kelurahan.

Markos menuturkan Kegiatan ini nantinya akan di buka oleh Presiden RI Jokowi Dodo, di kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah.

Markos mengungkapkan Hasil dari pemeriksaan dilapangan, Nantinya di paparkan kepada tim juri, Mana yang sesuai dan tidak sesuai.

Markos juga berharap Pos Pelayanan Teknik Tepat Guna (Posyantek) Kepulauan Riau Kabupaten Natuna dapat bersaing denganPos Pelayanan Teknik Tepat Guna (Posyantek) di Provinsi-Provinsi.

Dilanjutkan pengecekan Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (UED-SP) harapan baru sedanau yang bekerjasama dengan Pos Pelayanan Teknik Tepat Guna (Posyantek), Pengecekan Bagan Apung dan pengecekan Verifikasi Pos Pelayanan Teknik Tepat Guna (Posyantek).

SARWANTO

EXPOSSIDIK.com, Lingga -- Bupati Lingga, Alias Wello adalah bupati yang sudah merubah images daerah menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Kepri sebagai lumbung pertanian, terutama beras.

Padahal, Kabupaten Lingga bukan termasuk daerah pertanian, tapi berkas kegigihan Alias Wello Lingga menjadi salah satu daerah persawahan secara nasional. Iapun akhirnya dianugerahi penghargaan sebagai kepala daerah perbatasan yang peduli pertanian.

Penghargaan tersebut langsung diterima Alias Wello dari Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Muldoko di Jakarta, Jumat, 25 Agustus 2017.

Hal itu dibenarkan Kepala Sub Bagian Humas Pemkab Lingga, Sabirin di Lingga, Jumat, 25 Agustus 2017.

Menurut Sobirin, dengan diterimanya penghargaan tersebut akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kabupaten yang baru memprogramkan pertanian dua tahun ke belakang. "Ini untuk pemenuhan pangan baik di Lingga maupun Kepri," ujarnya.

Terlebih lagi, terang Sobirin, guna pencapaian produksi pangan. Mengingat Lingga berada di daerah perbatasan dengan negara tetangga Malaysia, dan Singapura.

Sobirin menambahkan, greget Alias pada dunia pertanian terbukti dengan adanya perhatian lansung dari Kementerian Pertanian RI. "Turun langsung ke Lingga."

Karena itu, Sobirin berharap,  masyarakat terus mendukung gebrakan di sektor pertanian yang saat ini sedang digalakkan.

MARDIAN

Bupati Bintan, Apri Sujadi

EXPOSSIDIK.com, Bintan - Dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan melalui Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Perkim) akan memasang sebanyak 105 titik lampu yang tersebar di sepanjang jalan lintas barat.  "Karena selama ini rawan kecelakaan dan kriminalisasi di malam hari," kata Bupati Bintan, Apri Sujadi, di Kantor Bupati Bintan, Jumat, 25 Agustus 2017. 

Menurut Apri, Pemkab Bintan sudah lama mengajukan permintaan kepada pemerintah pusat terkait lampu jalan di Kawasan Lintas Barat, mengingat jalan tersebut merupakan jalan nasional. 

Atas keadaan tersebut, terang Apri, untuk kegiatan perawatan jalan juga merupakan kewewenangan pemerintah pusat. Namun sayangnya, kata Apri, hingga saat ini permintaan lampu jalan belum terealisasi. 

Menyikapi hal itu, Apripun tidak ingin berlama lama, ia langsung menganggarkan penerangan jalan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2017 sebesar Rp 2,7 milyar. 

Kepala Dinas (Kadis) Perkim Kabupaten Bintan Herry Wahyu, melalui Kepala Bidang (Kabid) Bayu Wicaksono mengatakan untuk pembangunan lampu jalan di Lintas Barat rencananya akan menggunakan tenaga aki, seperti yang sudah-sudah. "Kita akan gandeng juga PLB," kata Bayu.

Baru menuturkan, rencananya Dinas Perkim Bintan akan memasang 105 titik lampu dilokasi yang dianggap rawan. "Baik rawan kriminal maupun kecelakaan," ujarnya.

ARIFIN I HMS


EXPOSSIDIK.com, Natuna -- Teknologi Tepat Guna merupakan salah satu pendekatan yang efektif dalam upaya mendorong percepatan pembangunan dan pemberdayaan masayrakat desa, melalui pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk kemajuan ekonomi, sebagaimana tertuang dalam pasal 80 ayat 4d Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. 

Hal ini dikatakan Kepala Seksi (Kasi) Sumber Daya Alam (SDA) dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Provinsi Kepri, Helmayeni, di gedung Pertemuan Sedanau, Bunguran, Natuna, Kamis malam, 24 Agustus 2017.


Menurut Helmayeni, apa yang dilakukan merupakan upaya pemerintah dan pemerintah daerah dalam membentuk dan mengembangkan fungsi lembaga pengelola teknologi tepat guna yang ada di kecamatan. "Yaitu, pos pelayanan teknologi tepat guna (Posyantek)," katanya.

Helmayeni, menuturkan posyantek yang ada di Provinsi Kepri hingga tahun 2017 ada sejumlah 31.

Helmayeni berharap Provinsi Kepri dapat mempertahankan tradisi juara, yaitu masuk 6 (enam) besar tingkat Nasional dan menjadi juara 1 (satu) tingkat Nasional ke XIX di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tegah tahun 2017.

Helmayeni mengungkapkan, dalam lomba TTG tingkat provinsi di Kepri Mall tanggal 17-19 Mei 2017 lalu  pemenangnya adalah:
1.TTG Kompresor silent dari kota tanjung pinang.
2.TTG Alat penganyam atap daun dari kabupaten karimun.
3.TTG Septi tank dengan media bio filter bagi masyrakat pesisir dari poltekes kota tanjung pinang.
4.TTG Bagan apung teri dari posyantek maju bersama kabupaten natuna.
5.TTG Aqua ponic green house controler dari poryantek gerbang madani kota batam.
6.TTG pemotong kerupuk dari kabupaten anambas.

Dari 6 nama TTG tersebut, tambah Helmayeni, akan diusulkan pada lomba tingkat Nasional, yaitu 2 nama TTG yang berprestasi posyantek maju bersama Kabupaten Natuna dan TTG Kompresor silent dari Kota Tanjung Pinang.

Hadir dalam acara pembinaan posyantek Sisditjen Kemndes Marcos Siregar, Kasi Kemendes Suramin Diro, Kabid Pemgembangan dan Pemberdayaan Masyrakata Erliza, Kasi Pengembangan dan Pengawsan TTG Fudji Handoko, Kasi Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat Suryati Widyastuti, dan Posyantek Maju Bersama Natuna.

SARWANTO

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.